๑۩๑ Selamat Merayakan Tahun Baru Hijriyah 1435 H, Tetap Perbanyak Shalawat kepada Manusia Terindah, Rasulillah Muhammad Ibni Abdillah ๑۩๑
Selasa, 04 Juni 2013

Akhlak Rasul, Tidak Melupakan Jasa Istri

Setiap wanita tentu mendambakan suami yang penuh kasih dan cinta, yang menyapa dengan lembut dan tidak melupakan kewajibannya sebagai kepala keluarga. Suami yang tidak melupakan kebaikan sang istri semasa hidup maupun setelah ia meninggalkan dunia yang fana. Demikianlah cinta dan kasih baginda Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam kepada istri-istrinya.

Sayyidah Khadijah rha merupakan istri pertama dan tercinta beliau shalallahu ‘alahi wa sallam. Kedudukannya di hati Nabi shalallahu ‘alahi wa sallam tidak tergantikan oleh siapapun. Saat kaum musyrikin menyakiti dan mengganggu Nabi, Sayyidah Khadijah rha dengan setia mendampingi dan membela beliau shalallau ‘alahi wa sallam. Jiwa dan raga dan seluruh hartanya ia baktikan untuk Allah dan Rasul-Nya shalallahu ‘alaihi wa sallam sehingga Allah yang Maha Penyayang pun mengirimkan sebuah salam untuknya.

Saat Sayyidah Khadijah yang penuh kasih sayang meninggal dunia, Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam pun sangat sedih sehingga setahun itu kemudian disebut dengan tahun kesedihan.


Sepeninggal Sayyidah Khadijah, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam kemudian menikah dengan Sayyidah ‘Aisyah. Gadis kecil yang cerdas, cantik dan beliau sangat mencintainya. Akan tetapi, dapatkah beliau melupakan semua jasa istri tercinta yang menanti di SurgaNya? Tidak, beliau tidak pernah melupakan Sayyidah Khadijah rha. Sebagaimana hal itu tampak dalam penuturna Sayyidah ‘Aisyah di bawah ini :

“Aku tidak pernah merasa cemburu kepada salah seorang istri Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam seperti rasa cemburuku kepada Khadijah. Ia wafat sebelum Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam menikahiku. Kendati demikian, beliau sering menyebutnya. Allah juga memerintahkan beliau untuk memberikan kabar gembira kepadanya bahwa sebuah rumah yang terbuat dari permata telah dipersiapkan untuknya di Surga. Dan beliau suka menyembelih kambing yang kemudian beliau hadiahkan kepada bibi-bibi Khadijah.” (HR. Bukhari)

Dalam kesempatan lain, Sayyidah ‘Aisyah menjelaskan :

“Terkadang beliau shalallahu ‘alahi wa sallam menyembelih kambing, memotong-motongya menjadi beberapa bagian, kemudian memberikannya kepada teman-teman Khadijah.” (HR. Bukhari)

Karena sangat mencintai Sayyidah Khadijah rha, maka ketika mendengar suara Halah – saudari Sayyidah Khadijah rha – yang meminta izin untuk bertemu dengannya, beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam merasa sangat senang, sebab suaranya sangat mirip dengan suaru Sayyidah Khadijah rha. (HR. Bukhari)

Demikianlah akhlak baginda Muhammad shallahu ‘alaihi wa sallam terhadap istri yang telah meninggal dunia. Beliau tidak melupakannya. Bahkan karena sangat mencintainya, beliau menghormati dan memuliakan kerabat serta teman-teman istrinya tersebut. Kendati memiliki delapan istri lainnya, beliau tetap sering menyebut-nyebut Sayyidah Khadijah sehingga Sayyidah ‘Aisyah yang tidak pernah bertemu dengannya pun merasa cemburu.

sumber : buku Akhlak Nabi karya Habib Naufal Alaydrus
cetakan 1 Januari 2013

0 komentar:

Mari Berbagi Ilmu dengan like fanspage and follow twitter kami..

×
Diberdayakan oleh Blogger.



Follow Us on Twitter..

Pengikut