๑۩๑ Selamat Merayakan Tahun Baru Hijriyah 1435 H, Tetap Perbanyak Shalawat kepada Manusia Terindah, Rasulillah Muhammad Ibni Abdillah ๑۩๑
Kamis, 30 Mei 2013

Asmaul Husna dan Asma Allah Al-Lathif



Asmaul Husna adalah nama-nama Allah yang indah dan baik. Allah telah memerintahkan kita untuk berdoa dengan nama-namaNya tersebut. Allah mewahyukan :

“Hanya milik Allah – Asmaul Husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebutkan asmaul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-namaNya. Mereka akan mendapatkan balasan terhadapt apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-A’raf, 7:180)

 Dalam ayat lain Allah mewahyukan :

“Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Dia mempunyai Al asmaul husna (nama-nama baik).” (QS. Thaha, 20:8)

 Dalam sebuah hadist, Rasulullah saw bersabda :

“Sesungguhnya Allah mempunyai sembilan puluh sembilan nama, yaitu seratus kurang satu, yang barang siapa menghitungnya (menghafalkan seluruhnya), maka ia masuk surga.” (HR. Bukhari)

Sebagian ulama mengakhiri asmaul husna dengan kalimat berikut :

“Tuhan yang tidak ada sesuatu pun yang menyerupaiNya, Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”


Asma Allah Al-Lathif

Kata Al-Lathif berasal dari akar kata la-tha-fa, yang bermakna lembut, halus, atau kecil. Dalam Al-Qur’an, kita dapat menjumpai kata Al-Lathif dalam 7 ayat, 5 diantaranya bersambung langsung dengan kata “Al-Khabir” yang juga merupakan Asma Allah yang indah. Ketujuh kata tersebut semuanya merupakan kata benda. Hanya ada satu yang berbentuk kata kerja, yaitu terdapat pada surat Al-Kahfi ayat 18, yang letaknya persis ditengah Al-Quran. Mushaf-mushaf lama biasanya menandainya dengan cetakan tebal bewarna merah pada kata “wal yatalaththaf”, yaitu wahyu Allah yang berbunyi :

“Dan demikian kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya diantara mereka sendiri. Berkatalah salah seorang diantara mereka: “Sudah berapa lamakah kamu berada (disini)??”. Mereka menjawab: “Kami berada (disini) sehari atau setengah hari”. Berkatalah (yang lain lagi): “Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu berada (disini). Maka suruhlah salah seorang diantara kamu untuk pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah ia membaw makanan itu untukmu dan hendaklah ia berlaku lemah lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu kepada seorang pun.” (QS. Al-Kahfi, 18:19)

Perhatikanlah kata yang dicetak tebal, yang berbunyi “wal yatalaththaf” yang secara harfiah berarti “hendaklah dia berlaku lemah lembut.”

Allah disebut Al-Lathif karena banyak hal, diantaranya adalah karena Allah melimpahkan karunia kepada Hamba-hambaNya secara tersembunyi dan rahasia, tanpa diketahui oleh mereka. Ketika Allah menyatukan dua insan berlainan jenis di dalam mahligai rumah tangga, tak seorang pun tahu darimana datangnya cinta. Begitu halus, begitu lembut, sehingga orang yang dikaruniaiNya tak juga mengetahuinya. Demikian pula anugrah rizki yang lain, semuanya serba halus dan tersembunyi.

Ketika menggambarkan betapa Maha Halusnya Allah, Imam Ghazali memberikan contoh bagaimana Allah memelihara janin ibu dan melindunginya dalam tiga masa kegelapan, yaitu kegelapan dalam perut, kegelapan dalam rahim, dan kegelapan dalam selaput yang menutupi anak dalam rahim. Betapa Maha Halusnya Allah ketika memberi makan janin melalui pusar samapi ia lahir dan mengilhaminya menyusu kepada ibunya tanpa ada yang pernah mengajarinya. Gigi-gigi bayi ketika itu belum ditumbuhkan agar si ibu tidak merasakan kesakitan ketika anakknya menyusu. Siapakah yang menahan tumbuhnya gigi bayi?? Semuanya serba halus, lembut, dan nyaris tidak ada yang mengetahuinya.

Allah dikatakan Al-Lathif juga karena Dia menghamparkan alam raya ini untuk MakhlukNya. Allah memberikan kepada semua makhlukNya melebihi yang diminta. Kita tidak pernah meminta hidup di dunia ini, tapi Dia menganugerahkan kita kehidupan. Kita tidak pernah ingin dijadikan manusia, tapi Allah menakdirkan kita menjadi manusia. Kita tidak pernha minta bisa bicara, tapi Allah mengkaruniakan kepada kita kemampua berbicara. Dia telah memberikan sebelum diminta. Di sisi lain, Dia tidak pernah menuntut balas, juga tiak memberi beban melebihi kemampuan makhlukNya. Adakah yang lebih santun dari Dia??

Allah disebut Maha Lembut adalah juga karena Ia berkeinginan agar semua makhlukNya mendapatkan kemaslahatan dan kemudahan. Dia tidak ingin makhlukNya mendapatkan kesulitan. Itulah sebabnya, Allah mempersiapkan berbagai sarana dan prasarana kehidulpan dan memberi kemudahan kepada manusia untuk mendapatkannnya. Allah melengkapi makhlukNya dengan berbagai  indera selain naluri yang bersifat alamiah. Khusus untuk manusia, Allah mengkaruniakan akal pikiran dan hati nurani. Dua saran yang dikaruniakan Allah itulah yang menjadikan manusia sebagai makhlukNya yang tertinggi.

Asma Allah Al-Lathif memiliki banyak keistimewaan, diantaranya jika dibaca sebanyak 129 kali setiap hari bermanfaat untuk menghilangkan berbagai macam rasa sakit, dan jika dibaca sebanyak 100 kali atau 133 kali maka akan memperoleh kelapangan atas kesempitan yang dialaminya. Barang siapa ingin hajatnya terkabul, maka hendaknya ia membaca “Ya Lathif” sebanyak 1000 kali dalam keadaan suci dari hadast besar maupun kecil. Sebagian ulama mengatakan bahwa barang siapa membaca doa di bawah ini seribu kali, maka hajatnya akan terkabul :

“Ya khofiyya althofi nujjinii mimmaa akhoof, Ya lathiifu adriknii biluthfikal khofiyyi”
“Duhai yang tersembunyi segala kelembutanNya, selamatkan aku dari segala hal yang kutakutkan, Duhia Yang Maha Lembut, selamatkanlah aku dengan kelembutanMu yang tersembunyi.”

Syaikh Al-Buni dalam buku yang berjudul Syamsum Ma’arif menyatakan bafang siapa ingin memperoleh kemudahan di dalam mendapatkan rezeki, maka hendaknya ia membaca “Ya Lathif” sebanyak 129 kali (setiap hari) dan setelah itu membaca wahyu Allah berikut sekali saja sebagai penutup dzikirnya tersebut.

“Allahu lathiifum bi’ibaadihi, yarzuqu mayyasyaaa a, wahuwalqowiyyul ‘aziiz”
“Allah Maha Lembut terhadap hamba-hambaNya, Dia memberi rezeki kepada yang dikehendakiNya dan Dialah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (QS. Asy-Syura, 42:19)

0 komentar:

Mari Berbagi Ilmu dengan like fanspage and follow twitter kami..

×
Diberdayakan oleh Blogger.



Follow Us on Twitter..

Pengikut