๑۩๑ Selamat Merayakan Tahun Baru Hijriyah 1435 H, Tetap Perbanyak Shalawat kepada Manusia Terindah, Rasulillah Muhammad Ibni Abdillah ๑۩๑
Jumat, 12 Juli 2013

Kehidupan Malik bin Dinar



Jalur Keturunan
           Malik bin Dinar adalah seorang sufi yang mempynayi nama lengkap Abu Yahya Malik bin Dinar al Sami, beliau adalah putra seorang budak berkebangsaan persi dari sajistan.
Malik dilahirkan ketika ayahnya masih belum dibebaskan, tapi setelah ayahnya merdeka, kehidupan Malik terus meningkat hingga menjadi seorang kaya raya.

Kehidupan Malik bin Dinar
Malik bin Dinar yang hidup dalam keluarga yang sangat kaya raya dan beliau mempunyai wajah yang tampan, membuat dirinya hidup dalam gemerlapan dunia dan berfoya-foya dengan harta dan ketampanan wajah yang dimiliki. Dengan segala macam kelebihan yang dimilki itu membuat dirinya hidup bersuka ria, menarik perhatian wanita dan mencari kedudukan yang terhormat.

Usaha yang dilakukan Malik untuk menduduki jabatan terhormat diraih dengan jalan-jalan yang tidak dirihloi Allah. Salah satu diantaranya adalah ketika di Damaskus dibutuhkan salah seorang pengelola Masjid, lalu Malik bin Dinar berusaha menduduki jabatan tersebut. Untuk menduduki jabatan tersebut beliau pergi ke masjid untuk melaksanakan iktikaf terus menerus selama satu tahun sambil menjalankan shalat dengan harapan agar disaksikan orang Damaskus hingga menimbulkan minat mereka untuk mengangkat Malik menduduki jabatan sebagai pengelola Masjid. Setelah hal itu dilakukan selama setahun tidak ada orang yang menawarkan jabatan itu, akhirnya beliau putur asa kemudian meninggalkan masjid dan kembali hidup berfoya-foya seperti masa-masa yang sudah berlalu.

Keistimewaan Malik bin Dinar
    Sebagai seorang sufi yang memulai kehidupannya dari lingkungan keluarga yang kaya raya dan hidup berfoya-foya, ada beberapa kelebihan dan keistimewaan yang dimiliki, diantaranya adalah :
Ketika pada suatu malam beliau berada di tempat hiburan, tiba-tiba beliau mendengar suara dari salah satu kecapi yang dimainkan oleh salah seorang teman mereka :  “Wahai Malik, mengapa engkau tidak bertobat sampai sekarang?”

  1. Dalam suatu tidurnya Malik bermimpi terjadi hari Kiamat. Dalam keadaaan alam yang porak poranda, semua manusia berbondong-bondong untuk menuju alam masyhar, termasuk dirinya sendiri. Di tengah-tengah kemelut yang dhsyat itu, beliau dikerjar-kejar oleh ular yang besar, kemana saja beliau menghindar, beliau selalu dikerjar-kejar ular besar yang menerkamnya. Tiba-tiba ketika beliau mint tolong datang anak putrinya yang sudah meinggal, datang menjeputnya untuk menyelamatkan dari kejaran ular bear terseuubt. Dalam keadaan yang tidak berdaya itu beliau didiudukkan oleh putriya sambil dinasehati dengan membawakan Al-Qur’an surat Al Hadid ayat 16 : “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan diantara mereka adalah orang-orang yang fasik!.
  2. Ketika pada suatu masa beliau hidup di Basrah. Kehidupannya di Basrah ini untuk meninggalkan gemerlap dunia dan menekuni dengan penuh kesunguhan kehidupna zuhud sejati. Selama di Basrah beliau tidak pernah makan buah korma, dan ia hanya makan roti yang dibelinya sendiri tanpa manisan atau asam-asaman.  Ketika timbul keinginannya untuk memakan buah korma, lalu beliau pergi ke pasasr untuk membeli buah korma dan di bawa kemasjid untuk dimakannya. Tetapi ketika  beliau berada di dalam masjid sambil meakan buah korma, beliau dilihat oleh anak kecil dari atas loteng, seketika itu juga anak kecil tadi berkata kepada ayahnya bahwa ada orang yahudi yang sedang makan korma di masjid. Setelah  sang ayah tadi turun untuk menemui Malik bin Dinar, lalu sang ayah tadi minta maaf atas kesalahan  yang telah di perbuat oleh anaknya. Mendengar penjelasan dari sang ayah tadi, Malik menyesali perbuatannya tadi yang telah di tegur oleh Tuhan melalui mulut anak kecil yang masih belum punya dosa.
  3. Pada suatu hari beliau mengembara dan ditengah perjalanan beliau dituduh sebagai pencuru, lalu beliau ditangkap dan dipukuli oleh orang banyak lalu diikat. Setelah beliau berkali-kali disuruh mengaku, beliau tidak mengaku, karena memang beliau tidak mencuri. Setelah babak belur beliau memandang ke laut, tiba-tiba di laut tersebut bermunculan ikan-ikan yang banyak sambil membawa permata-permata, lalu beliau mengambil satu ikan yang membawa permata dan diberikan kepada orang yang kehilangan perhiasannya. Setelah itu beliau dilepaskan dan beliau meneruskan perjalanannya sambil menaiki kapal.
Dari berbagai macam peristiwa yang dialami oleh Malik tersebut, sangat mempengaruhi kepada dirinya dan dalam keadaan gundah gulana beliau datang menghadap sahabatnya Hasan Basri. Dari semua penjelasan yang disampaikan oleh sahabatnya tersebut, kemudian bleiau bertobat dan mulai belajar dengan penuh kesungguhan dan kesadaran yang tinggi.

Wafatnya Malik bin Dinar
                Setelah mengalami perjalanan yang panjang untuk meraih predikat sebagai seorang sufi lalu beliau meninggal di Basrah pada tahun 181 H.


Sumber : Buku Kisah Kehidupan Para Sufi Terkemuka
Karya Ust. Labib, Mz dan Drs. Farid Abdullah

0 komentar:

Mari Berbagi Ilmu dengan like fanspage and follow twitter kami..

×
Diberdayakan oleh Blogger.

Follow Us on Twitter..

Pengikut

About Me

Foto saya

Pelajar dari sekolah SMK N 2 Surakarta yang ingin untuk memperdalam ilmu, khusunya ilmu agama agar menjadi orang yang berguna di tengah-tengah masyarakat