๑۩๑ Selamat Merayakan Tahun Baru Hijriyah 1435 H, Tetap Perbanyak Shalawat kepada Manusia Terindah, Rasulillah Muhammad Ibni Abdillah ๑۩๑
Jumat, 03 Mei 2013

Cara Mudah Mendatangkan Rezeki


 
Banyak orang merasa bingung, berbagai cara ditempuh, akan tetapi rezeki masih saja sulit dicari. Sebenarnya tidak perlu bingung lagi, sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, kuncinya adalah kembali kepada Allah dengan beramal dan berdoa. Amal shaleh lah yang akan menjadi sarana terbaik untuk melapangkan rezeki. Bertaubat dan Memohon Ampun Kepada Allah, Sedekah Di Kala Lapang Maupun Sempit, Berbakti Kepada Orang Tua, Menyambung Silaturahim, dan Shalat adalah beberapa contoh amalan yang akan memudahkan seseorang di dalam menggapai rezeki yang barakah.

1. Bertaubat dan Memohon Ampun Kepada Allah
Dosa merupakan salah satu penghambat rezeki seorang hamba. Dalam sebuah hadist, Rasulullah saw bersabda :
“Sesungguhnya seorang hamba akan terhalang untuk memperoleh rezeki karena sebuah dosa yang ia lakukan.” (HR. Ibnu Majah dan Ahmad)
Oleh karena itu, langkah awal untuk melancarkan jalan rezeki adalah bertaubat kepada Allah dari semua dosa. Dalam nasihatnya, Habib ‘Abdullah Al-Haddad berkata :
Sarana rezeki sangat banyak, begitu pula jenis dosa. Seseorang terkadang berbuat dosa yang berhubungan dengan sarana rezekinya. Sebagai contoh adalah seseorang yang dalam jual belinya ia suka mengurangi timbangan, takaran dan sejenisnya. Perbuatan ini akan menghalangi untuk memperoleh rezeki yang berkah dari jual belinya tersebut. Keberkahan jual belinya sirna dan hartanya akan musnah karena bencana tertentu. Akhirnya a menjadi miskin (bangkrut), sebagaimana dapat kita saksikan pada orang-orang yang telibat riba, mereka yang enggan mengeluarkan zakat dan sejenisnya. Ia tidak memperoleh rezeki dari usahanya tersebut karena melakukan dosa yang berhubungan dengannya, bukan karena dosa lain. Seaindainya ia memiliki pekerjaan lain sebagai petani atau lainnya dan tidak berbuat dosa yang berhubungan dengan pertanian atau pekerjaannya itu, maka ketika ia berbuat dosa yang berhubungan dengan jual beli, dosanya itu tidak akan menghalanginya untuk memperoleh rezeki dari pertanian atau pekerjaannya yang lain.

Sedangkan seseorang yang melakukan dosa yang berhubungan dengan semua atau sebagian besar pekerjaannya, seperti dosa yang berhubungan dengan uang tunai (alat pembayaran), maka ia juga tidak akan memperoleh rezeki dari semua pekerjaan itu (semisal ia bekerja dengan uang modal dari hasil mencuri atau korupsi, dll). Sebab, uang tunai merupakan sarana utama untuk memperoleh rezeki.

Sebaliknya, seseorang yang senantiasa berbuat baik di dalam semua pekerjaannya, maka semua usahanya juga akan menjadi berkah dan tumbuh maju. Dan jika ia hanya berbuat baik dalam sebagian pekerjaannya, maka ia juga akan memperoleh kebaikan dari sebagiannya saja. Kekurangan yang ia lakukan dalam salah satu bidang pekerjaan hanya dapat diperbaiki melalui bidang yang sama, sebagaimana kekurangan dalam ibadah lainnya, kekurangan dalam shalat diperbaiki lewat shalat, kekurangan dalam puasa diperbaiki melalui puasa dan tidak dapat diperbaiki melalui bidang yang lain.

Seseorang yang berbuat dosa yang tidak berhubungan dengan pekerjaannya, seperti zina, meninggalkan shalat dan sejenisnya, maka keburukan dosanya tersebut akan mempengaruhi seluruh dirinya, umur maupun rezekinya. Seandainya setelah melakukan banyak maksiat ia tetap memperoleh rezeki yang berlimpah, maka itu merupakan Istidraj (adalah keistimewaan atau kenikmatan yang diberikan Allah kepada musuh-musuh-Nya dengan tujuan untuk membinasakan mereka-Habib ‘Ahmad bin Hasan bin ‘Abdullah bin ‘Alwi bin Muhammad bin Ahmad Al-Haddad, Tatsbitul Fuad, juz 1 halaman 69)

Dalam nasehatnya yang lain beliau berkata :
Aku pernah hidup di suatu masa, dimana ketika masyarakat memperoleh kesulitan dan musibah, mereka segera kembali kepada Allah, bertaubat, memohon ampun kepada-Nya, melakukan berbagai ketaatan dan meninggalkan kemaksiatan. Mereka khawatir bahwa musibah tersebut merupakan sebagian dari siksa yang akan mereka terima di akhirat yang disegerakan di dunia ini. Mereka segera mencela diri merka sendiri karena telah berbuat melampui batas. Sedangkan penghuni jaman ini, jika mengalami kesulitan, mereka justru meninggalkan berbagai kewajiban dan hal-hal yang disunahkan serta melakukan berbagai kemaksiatan. Dalam keadaan yang seperti ini, mereka berangan-angan dibebaskan dari kesulitan, mana mungkin hal itu akan terwujud. (Habib ‘Ahmad bin Hasan bin ‘Abdullah bin ‘Alwi bin Muhammad bin Ahmad Al-Haddad, Tatsbitul Fuad, juz 1 halaman 355)



2. Berbakti Kepada Orang Tua
Berbakti kepada orang tua merupakan salah satu sarana terbaik untuk mendatangkan rezeki. Dalam sebuah hadist, Rasulullah saw bersabda :
“Jika seorang hamba tidak mau mendoakan kedua orang tuanya, maka rezekinya terputus.” (HR. Ad-Dailami)
Jika tidak mendoakan orang tua menghentikan rezeki, maka sebaliknya, jika seseorang rajin mendoakan orang tuanya, ia akan memperoleh limpahan rezeki. Di samping itu, ridha Allah tergantung pada ridha kedua orang tuanya, lantas bagiamana seserorang akan mendapatkan rezeki dengan mudah jika ia membuat murka orang tuanya yang artinya sama saja ia membuat murka Allah ?

 
3. Menyambung Silaturahim
Tidak satu pun di antara kita tidak memiliki teman. Seburuk-buruknya manusia, pasti ia memiliki seorang teman. Sebab, manusia tidak bisa hidup sendiri. Akan tetapi sebanyak apapun teman, sahabat, keluarga yang kita miliki, semua itu akan menjadi percuma jika kita tidak menjaga hubungan baik dengan mereka. Hubungan silaturahim yang buruk merupakan salah satu penghambat rezeki dan sebaliknya. Dalam sebuah Hadist Qudsi :
(Allah berkata kepada rahim), “Relakah kamu jika Aku menyambung hubungan dengan orang yang menyambung hubungan dengamu dan memutuskan hubungan dengan orang yang memutuskan hubungan denganmu.” (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad)
Jika Allah memutuskan hubungan dengan seseorang maka orang itu berada dalam kesulitan yang sebenarnya. Bagaimana mungkin ia akan menggapai kebahagiaan? Oleh karena itu agar rezekinya tidak terhambat, kita harus selalu berupaya untuk memperbaiki hubungan silaturahim dengan kerabat dekat maupun jauh kita. Di dalam sebuah Hadist, Rasulullah saw bersabda :
“Barang siapa yang senang untuk dilapangkan rezekiya dan diakhirkan ajalnya (diperpanjang umurnya), maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturahim.” (HR. Bukhari dan Tirmidzi)
Rasulullah saw bersabda :
“Barang siapa ingin dipanjangkan usianya dan ditambah rezekinya, maka hendaklah dia berbakti kepada kedua orang tuanya dan menyambung hubungan dengan rahimnya.” (HR. Ahmad)
 
3. Mendirikan Shalat
Disebuah perguruan tinggi, terlihat seorang ustadz sedang menyampaikan ceramahnya dan menjelaskan bahwa shalat bisa mendatangkan rezeki. Salah satu mahasiswa yang menyimak ceramahnya protes, dengan ketus ia berkata :
“Ustadz, bagaimana mungkin hanya dengan shalat seseorang bisa mendapatkan rezeki. Hanya sekedar menggerak-gerakan badan (shalat) saja ia dapat rezeki? Kalau mau dapat rezeki kita harus bekerja.”
Dengan santun sang ustadz menjawab, “Coba kamu tanya kepada polisi yang adal di perempatan jalan sana. Polisi itu cuma gerak-gerakan tangan saja,” ujar sang ustadz sembari menirukan gaya polisi ketika bertugas mengatur lalu lintas, ia menggerak-gerakkan tangannya ke kiri ke kanan maju dan mundur. “Polisi itu dapat rezeki atau tidak?” tanya sang ustadz.
“Ya, dapat rezeki”, jawab sang mahasiswa.
“Kamu tidak melihat polisinya, akan tetapi yang kamu lihat lembaga yang menggajinya bukan?” demikian pula orang yang shalat, jangan lihta orangnya, akan tetapi lihatlah Allah yang menggajinya (memberinya pahal dan lain sebagainya).”

Kisah diatas menyadarkan kita, bahwa shalat merupakan saran yang sangat utama untuk mendatangkan rezeki, bagaimana tidak, sedangkan Allah sendiri telah menyatakan dalam wahyu-Nya :
“Dan perintahkan kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya, Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamillah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.” (QS. Thaha, 20:132)
Artinya, jika kita dan keluarga kita rajin shalat dengan baik, maka Allah pasti akan melimpahkan rezeki-Nya kepada kita.
Selain shalat lima waktu, ada beberapa shalat khusu untuk melancarkan rezeki, diantaranya adalah shalat dhuha.





0 komentar:

Mari Berbagi Ilmu dengan like fanspage and follow twitter kami..

×
Diberdayakan oleh Blogger.

Follow Us on Twitter..

Pengikut

About Me

Foto Saya

Pelajar dari sekolah SMK N 2 Surakarta yang ingin untuk memperdalam ilmu, khusunya ilmu agama agar menjadi orang yang berguna di tengah-tengah masyarakat