๑۩๑ Selamat Merayakan Tahun Baru Hijriyah 1435 H, Tetap Perbanyak Shalawat kepada Manusia Terindah, Rasulillah Muhammad Ibni Abdillah ๑۩๑
Minggu, 10 Maret 2013

Wahabi Di mata Aswaja

Pembaca yang dirahmati Allah, berikut tuliskan petikan wawancara wartawan majalah Risalah NU dengan ketua PBNU PROF. DR. KH. SAID AQIL SIROJ mengenai perkembangan faham Wahabi yang meresahkan sebagaian kalangan NU, semoga bisa menjadi pencerahan bagi kita.



Bagaimana sebenarnya Wahabi di Indonesia ?
Itu sebenarnya sudah lama, tapi eksisnya sejak tahun 80-an setelah Arab Saudi membuka LIPIA (Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab). Ketika itu direkturnya masih bujangan
yang kawin dengan orang Bogor. Kemudian menampakkan kekuatannya, bahkan mereka membuka yayasan-yayasan. Setahu saya ada 12 yayasan yang pertama kali dibentuk. Antara lain As-Shafwah, Assunnah, Annida, Al-Fitrah, Ulil Albab, yang semuanya didanai oleh masyarakat Saudi, bukan oleh negaranya. Contoh, Assunah dibangun oleh Yusuf Ba'isa di Cirebon, di Kali Tanjung, Kraksan. Sekarang ketuanya Prof Salim Badjri, muridnya Syarifudin yang ngebom Polresta Cirebon. Dan satu lagi yang ngebom gereja Bethel di Solo namanya Ahmad Yusuf. Jadi, sebenarnya, Wahabi itu ajarannya bukan teroris, tapi bisa mencetak orang jadi teroris karena menganggap ini itu bid'ah, musyrik, lama lama bagi orang yang mempelajarinya punya keyakinan, "Kalau begitu orang NU boleh dibunuh donk, kalau ada maulid nabi boleh dibom," dan seterusnya.

Soal pemalsuan kitab-kitab Sunni, khususnya  kitab yang jadi revisi NU, Bagaimana ?
Kita sudah berjuang sekuta tenaga untuk mengkounter pendapat mereka. Kita jangan minder dan merasa kalah. Kalau hanya dihujat maulid nabi gak ada dalilnya, atau ziarah kubur gak ada dalilnya, sudah banyak buku yang ditulis untuk membatahnya . Misalnya yang ditulis pak Munawir-Yogya, Abdul Manan-Ketua PP LTM NU, Idrus santri Situbondo, Muhyiddin Abdus Somad, dsb. Banyak yang menulis buku tentang dalil-dalil amaliah kita. Ziarah kubur  dalilnya ini, sholawatan dalilnya ini, maulidan dalilnya ini, tawasul dalilnya ini. Seperti yang telah saya sering katakan, maulidan itu memuji-muji Nabi Muhammad, semua sahabat juga memuji Nabi, setinggi langit bahkan Nabi Muhammad diam saja tidak melarang. Tawassu, semua sahabat juga tawassul dengan tolong Rasulullah, sampai begitu! Litarhamna, rahamtilah kami. Labid bin Rabiah mengatakan, kami datang kepadamu wahai manusia  yang paling mulia di atas bumi, agar engkau merahmati kami. Coba, minta rahmat kepada Rasulullah, kalau itu dilarang, kalau itu salah, Rasulullah pasti melarang, “jangan minta ke saya, musyrik.” Tapi engga itu.
Dalam Al-Quran juga ada dalilnya, walau annahum idz dzalamu anfusahum jauka fastaghfarullaha wastaghfara lahumurrasul lawajadullaha tawabarrahima (Surah Al-Ahzab). Seandainya mereka yang zalim datang kepada Muhammad, mereka istighfar, dan kamu pun (Muhammad) memintakan istighfar untuk mereka, pasti Allah mengampuni.

Bagaimana dengan kitab-kitab Wahabi ?
Ya kan sudah banyak yang diterjemah, bahkan kalau ada orang pergi haji pulang dapat terjemahan. Itu dari kitab-kitab Wahabi semua.

Siapa pendiri Wahabi ?

Begini, Muhammad bin Abdul Wahab, pendiri Wahabi itu mengaku bermazhab Hambali, tapi Hambali versi ibn Taimiyah. Ibnu Taimiyah adalah pengikut Hambali yang ekstrim. Imam Hambali itu imam ahli sunnah yang empat yang selalu mendahulukan nash atau teks daripada akal, jadi banyak sekali menggunakan hadist ahad. Kalau Imam Hanafi sebaliknya, dekat dengan akal. Murid Imam Hambali lebih ekstrim, lahirlah Ibnu Taimiyah yang kemudian punya pengikut Muhammad bin Abdul Wahab. Disini menjadi luar biasa, malah dipraktekan menjadi tindakan, bongkar kuburan. Sementara Ibnu Taimiyah masih teori dan wacana.

Asal-usul Wahabi dari mana?
Bukan dari Mekkah, dari Najd, Riyadh. Orang Mekkah asli, Madinah asli, Jiddah asli gak ada yang Wahabi, hanya tidak berani terang-terangan. Wahabi itu masuk pertama kali ke Indonesia dibawa oleh Tuanku Imam Bonjol yang tokoh pendiri Padri. Padri itu pasukan berjubah putih yang anti tahlil. Hanya waktu itu kekerasannya imam Bonjol untuk menyerang Belanda. Padahal ke internal juga keras. Imam Bonjol itu anti ziarah kubur, kuburannya di Manado.

Untuk membendung Wahabi, apa yang harus dilakukan NU?
Saya yakin kalau keluaran pesantren ga bakal terpengaruh. Saya disana (Arab Saudi) 13 tahun, sedikitpun malah berbalik benci dengan Wahabi. Semua yang keluaran NU kesana, seperti pak Agil Munawar gak ada yang wahabi. Wmua keluaran sana gak ada yang Wahabi kalau dari sini bekalnya kuat. Insyaallah slama pesantren NU masih eksis, wahabi gak bakal masuk.

Inti dari gerakan Wahabi itu di semua lini ya?
Harus diingat, bahwa berdirnya NU itu adalah karena perilaku Wahabi, yang mau bongkar kuburan Nabi Muhammad. Kemudian KH Hasyi bikin komite Hijaz yang berangkat Kiai Wahab, Haji Hasan Dipo mohon mengharap atas nama umat Islam Jawi agar jangan dibongkar kuburan Nabi Muhammad. Pulang dari sana baru mendirikan NU. Jadi memang dari wal kita sudah bentrok dengan Wahabi. Lahirnya NU didorong dari gerakan wahabi yang bongkar kuburan, situs sejarah, mengkafirkan, membid’ahkan perilaku kita, amaliah kita.

Seberapa kuat Wahabi sekarang?
Sebetulnya tidak kuat, sedikit, tapi dananya itu yang luar biasa. Dan belum tentu orang yang iktu karena percaya lho! Artinya kan semata-mata karena dapat uang. Uangnya luar biasa. Si arab-arab itu kan kebanyakan Arab itu bukan Habib. Jadi dasarnya mereka juga mencari uang.

0 komentar:

Mari Berbagi Ilmu dengan like fanspage and follow twitter kami..

×
Diberdayakan oleh Blogger.



Follow Us on Twitter..

Pengikut